Minggu, 01 September 2013

Matematika Komputer (Biner): 1 Mengenal Data Biner

Hai Sobat, pernah dengar mengenai bilangan biner (binary number)? Mungkin sobat pernah mendengar kata biner (binary) pada komputer. Nah bilangan biner (bi: dua) sendiri artinya adalah suatu bilangan yang berbasis 2. Lho maksudnya apa??? Maksudnya, bilangan tersebut dibentuk dari 2 angka, yaitu angka 0 dan angka 1.

Nah bagaimana dengan bilangan yang kita sering gunakan sehari-hari? Itu namanya bilangan berbasis 10, atau sering disebut bilangan desimal/decimal (desi: sepuluh). Selain itu ada juga bilangan oktal/octal (okta: delapan), heksadesimal/hexadecimal (heksadesi: 16), dan lainnya.

Bit
Apa itu bit? Bit adalah unit terkecil yang digunakan pada sistem komputer. Bit sendiri berasal dari kata "Binary Digit", dan hanya mempunyai 2 nilai, yaitu: 1 atau 0, benar atau salah, true atau false, on atau off, bahkan pada rangkaian elektronika bit sering merepresentasikan nilai HI (+5v) atau LOW (0v).

Kalau bit hanya terdiri dari 1 digit angka, ada juga bilangan yang terdiri dari beberapa digit angka, diantaranya: Nibble (4 bit), Byte (8 bit), Word 16 (16 bit), Word 32 (32 bit), dan seterusnya.

Mengapa biner, bukan desimal?
Alasan pemilihan bilangan biner sebagai metode komunikasi data dan perhitungan pada komputer adalah karena pada rangkaian elektronik (yang membentuk komputer), angka 1 dan 0 akan sangat mudah dengan merepresentasikan tegangan tinggi (biasanya +5v) dan dengan tegangan rendah (biasanya 0v).

Rangkaian elektronik yang paling sederhana adalah logic gate (gerbang logika), yang terkenal adalah: AND gate, OR gate, XOR gate, NOT gate, NOR gate, dan NAND gate. Kalau masih penasaran, isi dari gerbang-gerbang ini adalah transistor-transistor (bervariasi dari 2 transistor hingga lebih).

Transistor ini (NPN-transistor) mempunyai 3 kaki, yaitu collector, base, dan emitter. Base berfungsi seperti keran yang mengatur besar arus dan tegangan yang lewat melalui collector dan emitter. Nah, ternyata jika base tidak diberi tegangan (0 volt), maka tidak ada arus pula di collector dan emitter. Tetapi jika diberi tegangan (0.7 volt untuk transistor silikon atau 0.3 volt untuk transistor germanium), maka akan terdapat arus yang mengalir di collector dan emitter.

Nah, ini ada video bagaimana merangkai gerbang-gerbang logika tersebut dengan menggunakan transistor-NPN, video ini bukan buatan saya ya...


Nah, "saklar-saklar elektronik" tersebut disusun sedemikian rupa menjadi gerbang-gerbang logika. Lalu dengan berbekal gerbang-gerbang logika tadi, kita dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan sebagainya. Nah, seberapa penting sih gerbang-gerbang logika ini? Mau tau, ikuti terus tutorial ini ya...

Tutorial lengkap mengenai Pemrograman PASCAL bisa di cek di sini.
Selanjutnya Matematika Komputer (Biner): 2 Menghitung Biner

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon berikan komentar untuk artikel terkait, guna berbagi informasi. Komentar yang bertujuan untuk promosi/dagang dan/atau mengandung unsur SARA akan dihapus, dan ID akan dibanned.